Membangun bisnis tak semudah membalik telapak tangan. Setidaknya itulah yang dialami oleh Yap Khian Njan. Sebagai pebisnis yang bergerak dibidang kecantikan, Yap mengaku amat banyak rintangan yang ia hadapi selama merintis bisnis. Namun, tekadnya sudah bulat, yaitu ingin mengembangkan bisnis ini berkelas nasional."Pada awalnya, saya sempat kehilangan arah, tak jelas tujuan yang hendak kami capai. Bukan saja kesulitan melakukan penetrasi pasar, tapi juga menangani kendala di internal kami," ujar pemilik dari PT. Beautindo Pratama Corporation itu. Menurutnya, sejak tahun 1997 perusahaan yang khusus menjual berbagai alat kosmetik wanita ini mengalami kerugian yang terus menerus. Walau cabangnya makin banyak di seluruh Jakarta, ia merasakan belum ada kekompakan tim didalamnya.
"Saya merasa kesulitan bagaimana cara menyatukan visi perusahaan didalam tim saya, walau saya tahu itu semua karena masalah mind set. Hal yang paling penting adalah bagaimana perusahaan ini nantinya bisa diteruskan ke anak-anak saya hingga lebih berkembang lagi," ujar Yap, yang amat ingin usahanya ini bisa dinahkodai oleh semua anak-anaknya dengan professional kelak.
Menurut Yap, industri kosmetik merupakan pangsa pasar yang amat prospektif. Segmen pasarnya pun berlimpah dari waktu ke waktu. Targetnya tentu saja wanita professional, ibu rumah tangga, remaja putrid hingga selebritis. Namun, Karena besarnya peluang itu, Yap mengaku harus lebih professional lagi untuk mendapat ceruk pasar yang lebih luas.
"Cabang kami sudah ada di hampir seluruh Toko Matahari Jakarta, dan akan kami terus kembangkan dimasa yang akan datang. Namun terus terang, sistim bisnis kami belum cukup baik untuk menopang besarnya infrastruktur bisnis ini," jelas pengusaha senior ini menjelaskan.
Ia mengaku amat beruntung bertemu ActionCOACH. Ketika melakukan diagnostic bisnis, ia mengakui banyak sekali yang harus diperbaiki di bisnisnya. Apalagi cita-cita utamanya ingin mengalihkan semua kendali bisnis pada anak-anaknya, hingga perlu sekali peran seorang pelatih bisnis.
"Coach Yusa banyak sekali berjasa karena memperbaiki mind set saya dan anak-anak saya tentang bisnis. Ternyata, bisnis itu seperti membangun rumah, ada dead line yang harus ditepati. Hingga kami suatu saat bisa punya banyak waktu ketika sistim bisnis itu sudah selesai dibangun," ujar Yap menjelaskan.
Yap mengaku, ia bersama putra-putranya mengalami suatu kemajuan yang amat pesat, terutama dari sisi mind set dan secara perlahan namun pasti, kemajuan PT. Beautindo Pratama mulai terlihat jelas. "Pada awal mula coaching, kami tidak melihat perbedaan yang signifikan, terutama dari sisi profit. Namun setelah mengikuti program pelatihan bisnis ini, hampir segala sisi dari kami melonjak tajam," jelas Yap bersemangat.
Menurutnya, hanya dalam waktu beberapa bulan, profit sudah ada kenaikan beberapa persen dan cukup signifikan. Demikian team work, leadership, sistim bisnis dan attitude bisa drastic meningkat hingga puluhan persen. Ini perkembangan positif ekspektasinya. "Coach Yusa telah memperbaiki sistim bisnis perusahaan kami, budaya perusahaan, mind set hingga strategi marketing menjadi lebih baik. Saya optimis, walau perusahaan ini belum mencapai goal secara 100%, bersama ActionCOACH perusahaan ini menjadi lebih baik lagi dari masa sebelumnya," ujar Yap lagi.
Menurutnya, ActionCOACH tidak sama dengan konsultan atau motivator bisnis. Yap menyadari pentingnya pelatih, karena ia pihak luar yang tak terlibat dilapangan, sehingga lebih objektif menganalisa keadaan.
"Kalau konsultan kita hanya diberi solusi, disini kami justru mencari solusi itu sendiri dengan cara menggali potensi kami dengan bantuan seorang coach. Saya dan putra saya makin siap menghadapi persaingan di bisnis ini karena pelatih kami selalu memberi support yang tak ada habis-habisnya," papar Yap panjang lebar.
Menurutnya, ia amat berharap ActionCOACH bisa memberi panduan yang tepat kepada para anak-anaknya agar bisa menjalankan bisnisnya ini. Apalagi bisnis ini sudah berusia 11 tahun dan seharusnya dalam beberapa tahun kedepan sudah memiliki sistim bisnis yang berjalan otomatis.
"Secara garis besar, saya amat bersyukur pada Tuhan karena berkat bantuan Coach Yusa, bisnis yang saya rintis ini menjadi jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Dan ActionCOACH benar-benar membantu saya untuk lebih besar lagi meningkatkan bisnis ini," ujar Yap lagi.
Menurutnya, ActionCOACH tidak hanya memberi panduan yang lengkap tentang bagaimana membangun bisnis, tapi juga lebih kearah banyak sisi, diantaranya pengembangan kepribadian, keluarga bahkan sisi lain yang tak secara langsung berhubungan dengan bisnis itu sendiri.
"Saya akui, walau pun dari sisi profit dan omzet belum mencapai hasil optimal, namun sisi lainnya saya dapat banyak hal. Selain mind set yang makin baik, saya juga telah melihat perkembangan positif dari semua anak-anak saya, itu yang paling penting," ujar Yap lagi.
Dengan adanya kemajuan tersebut, Yap mengaku amat puas dengan hasil yang diperoleh, dan itu nilainya lebih dari materi yang selama ini ia harapkan. Dimana depan, ia amat berharap nantinya bisnis ini bisa berjalan tanpa campur tangan dari dirinya. Dan itu sudah menjadi impian awalnya sejak kia akan bergabung kedalam program coaching ini.




