Bagi pekerja seni, mencari uang seperti berdiri di dua kaki. Sisi lain mencari nafkah untuk menghidupi keluarga, tetapi sisi lainnya melestarikan budaya, yang kini semakin banyak yang tidak peduli dengan hal ini. Oscar Kam Hok An, pimpinan Club barongsai-Liong Bel Pas asal Jalan Belakang Jatinegara, Jakarta Timur ini mengungkapkan kegembiraan sekaligus kegelisahaannya dalam menekuni kesenian Barongsai. Gembira karena kesenian Barongsai dapat tampil terbuka dikesempatan kapanpun, tetapi sedih karena hidup dari kesenian tidak dapat diandalkan sebagai jalan mencari nafkah.
“Satu-satunya kegembiraan kami adalah jika anak-anak bermain bagus. Kami lega dan senang,” ujar Oscar yang membina 15 pemain Barongsai ini. Oscar mengungkapkan, menjelang tahun baru dan Imlek mendatang ia bersama Club Barongsai Liong akan mendapat banyak job “Kalau hari-hari biasa, kami biasa mendapatkan job 3 kali dalam sebulan, tetapi kalau sudah mendekati tahun baru dan Imlek kami bisa main 6 kali dalam sehari. Biaya mendatangkan grup Barongsai inipun tidak mahal, dari Rp2juta hingga Rp10juta per event,” ujarnya Oscar.
Kisah lain, Yasin, pimpinan Grup Ondel-Ondel Beringin Sakti juga setali tiga uang. Meski profesi sebagai pemain Ondel-Ondel tidak dapat diandalkan sebagai pekerjaan tetap yang menjanjikan, namun Ondel-Ondel Beringin Sakti tetap ia hidup-hidupi dengan setia menjalani profesi ini. Menurut Yasin, kini semakin banyak kegiatan yang mengundang ondel-ondel tampil di berbagai acara, biasanya disandingkan dengan Barongsai. Peminat yang ingin mengundang Barongsai dapat menghubungi telepon 021068604456, Ondel-Ondel 021-4701869 n




