:: Wirausaha & Keuangan ::

Ragu, Mau Mengambil Pinjaman

E-mail Cetak PDF

Saya mempunyai usaha jual bibit pohon kurma, sekaligus juga jual kurma. Di Gresik, usaha seperti saya hampir tidak  ada pesaingnya, kecuali buah kurma, masih banyak yang  berjualan, tetapi untuk bibitnya hampir tidak ada.  Selama ini saya ambil bibit kurma langsung dari Timur Tengah. Tentu saja saya harus keluar kocek yang besar karena  pihak penjual di Timur Tengah meminta pembayaran secara transfer baru saya dikirimi benih kurma. Nah, yang saya tanyakan, apakah tidak berisiko ketika nanti saya ambil tambahan modal dari bank tapi pihak rekanan saya di Timur Tengah  malah mengingkari bisnis yang kami lakukan.  Kami berbisnis hanya via on line, tidak pernah ketemu langsung. Menurut Bapak/ Ibu bagaimana. Terimakasih.

 Ahmad Sobri / Siswanto,  Jl. Veteran IX / 3 Gresik

 

Luar biasa, Bpk Ahmad Sobri dan Bpk Siswanto ini nampaknya telah berhasil menjalankan Blue Ocean Strategy dimana Anda berhasil membuat market baru, membuat pesaing menjadi tidak berpengaruh terhadap usaha anda, membuat permintaan (demand) baru serta menawarkan barang/jasa yang berbeda (market differentiator). Setiap usaha tentunya memiliki resiko namun bukan berarti kita mundur karenanya. Seorang Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang pandai memanfaatkan peluang juga pandai mengukur dan mengelola resiko.

Yang perlu diperhatikan dalam berbisnis (apalagi dengan pihak luar negeri dimana Anda belum pernah bertemu langsung) adalah, Pertama : Resiko penipuan. Untuk meminimasi resiko ini, maka pertama kali Anda wajib kenali partner usaha sebelum berencana memulai atau membesarkan usaha. Jangan sampai jarak membatasi diri kita untuk mengenali partner usaha.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk kondisi seperti yang dialami Bpk Ahmad Sobri dan Bpk Siswanto adalah: Melalui Internet (jika partner usaha memiliki situs resmi). Jika tidak ada, maka minta partner usaha untuk mengirimkan profil perusahaan, disertai dengan nama-nama pelanggan yang dapat dihubungi untuk kepentingan cek silang. Dalam hal melakukan pembayaran, sebaiknya dihindari cara transfer langsung (dapat dipertimbangkan jika telah terjalin hubungan bisnis yang telah terbukti dan sangat kuat).

Cara pembayaran yang lebih aman dapat dilakukan melalui pihak ketiga yaitu Paypal (www.paypal.com) atau menggunakan fasilitas L/C (Letter of Credit) yang umumnya ditawarkan oleh bank (pilihan L/C ini juga melihat pada jumlah transaksi yang akan dilakukan).

Untuk mendapatkan fasilitas L/C, dapat datang ke Bank yang memiliki ijin devisa yang terdapat di kota Anda dengan menyertakan invoice bukti order barang.

Kedua :  Resiko pertukaran mata uang (antara nilai tukar rupiah dan nilai tukar mata uang asing). Mengapa? Karena pengeluaran dalam mata uang asing sedangkan pendapatan dalam mata uang Rupiah.

Dalam rangka mengurangi risiko pertukaran mata uang, dapat dilakukan prosesi hedging, dimana nilai tukar mata uang dimasa mendatang telah dapat kita patok dari sekarang.

Untuk melakukan hedging ini, dapat datang ke Bank serta menyertakan invoice bukti order barang dalam mata uang asing tersebut. Salah satu alternatif lain adalah menawarkan harga produk kita tetap dalam Rupiah, yang tentunya hal ini berdasarkan kesepakatan dengan pihak pembeli.