:: Wirausaha & Keuangan ::

Keputusan Sih Inginnya Cepat, Tetapi Takut Tertipu

E-mail Cetak PDF

Perkenalkan saya dari Nganjuk. Saat baca Majalah WK edisi Cover Raja Sendal (Edisi 71) saya baca rubrik curhat bisnis. Saat ini saya bisnis produk-produk pertanian, dari peralatan pertanian sampai dengan hasil-hasil  pertanian.

Saya pernah mengalami masa keemasan dalam berbisnis (semoga terulang lagi) sebelum saya tertipu oleh orang yang hanya membawa barang saya tanpa membayar. Jumlahnya cukup besar untuk kantong saya saat itu yaitu hampir mencapai Rp70 juta. 

Saat ini saya mencoba untuk bangkit kembali dengan kemampuan dan modal yang masih ada. Kalau permintaan dan peluang bisnis sih kelihatannya masih cukup besar. Kepercayaan orang kesaya juga masih baik, tetapi  pengalaman lama saya berbisnis masih membuat saya trauma dan sedikit ngeri, untuk melangkah saya sekarang agak hati-hati. Akibat sifat kehati-hatian saya yang kelewat tinggi ini ternyata juga mengerem kemajuan usaha yang saya geluti. Bagaimana menurut bapak. Apakah saya harus seperti dulu lagi, tetapi berisiko tertipu, atau harus  hati-hati. O, ya, rencananya saya juga akan ambil kredit untuk tambah modal, bagimana menurut anda. Terimakasih.

Wibisono,  Jl. Raya Kedungboto No 3  Patian Rowo - Nganjuk.

 

Bpk Wibisono. Sikap yang Anda ambil sudah sangat bijak. Kegagalan yang telah dialami pasti memiliki hikmah tertentu. Kegagalan bukanlah akhir melainkan awal dari suatu keberhasilan. Pengusaha yang sukses adalah seorang yang dapat memetik pelajaran dari kegagalan dan memastikan kegagalan tersebut tidak terulang kembali.

Dalam melakukan usaha tentunya setiap langkah harus dilakukan secara hati-hati dengan perhitungan yang matang. Namun bukan berarti dalam berusaha kita boleh lambat untuk bergerak, karena Pengusaha yang sukses adalah seorang yang jeli melihat peluang usaha dan bertindak dengan cepat untuk menangkap peluang usaha tersebut. Oleh karena itu semboyan ”Biar Lambat Asal Selamat” bukanlah budaya yang tepat. Budaya seorang pengusaha sukses adalah ”Harus Cepat dan Selamat”.

Keinginan Anda untuk mengambil kredit untuk menambah modal usaha jika memang selayaknya diperlukan sangat patut untuk dilakukan. Karena tidak ada usaha yang tumbuh dan berkembang semakin besar jika hanya mengandalkan kemampuan uang sendiri. Cukup banyak contoh pebisnis besar yang berawal dari usaha yang sebelumnya kecil tetapi mendapat dukungan permodalan dari lembaga keuangan sehingga dapat melakukan kegiatan usaha dengan skala yang lebih besar.