:: Wirausaha & Keuangan ::

Dapur Anti Krisis

E-mail Cetak PDF

Sulistyawati N. [Penulis buku 101 Ide Bisnis Tanpa Kantor]

Krisis…krisis..krisis. Ya krisis memang sedang terjadi. Dampaknya sudah mulai terasa. Banyak karyawan yang dirumahkan, sebagian bahkan sudah ada yang diPHK. Jika ada yang kebingungan, harap maklum karena penghasilannya menurun.

Bersyukur Indonesia kali ini tidak parah dampaknya. Menurut survey,  Indonesia merupakan negara yang perekonomiannya masih stabil di tengah krisis, masih jauh lebih baik daripada negara tetangga Singapura misalnya. Tetapi apakah semua orang merasakan dampak krisis tersebut? Saya rasa tidak. Masih banyak restoran mahal dikunjungi orang, masih banyak mobil mewah tetap laku di pasaran. Masih banyak yang bisa berlibur ke berbagai tempat wisata bahkan ke manca negara. Lalu siapa sebenarnya  yang terkena krisis?

Berbisnis, Mulai Sekarang

Banyak keluarga yang ekonominya terimbas krisis, tetapi banyak juga yang telah siap dengan situasi tersulit apapun.  Beberapa kali saya bertemu dengan ibu-ibu yang menanyakan apa yang harus dilakukan, karena penghasilan suaminya berkurang akibat krisis yang terjadi saat ini.

“Kalau dulu masih bisa lembur, sekarang jangankan lembur, hari Sabtu saja kerja cuma setengah hari karena produksi pabrik menurun” demikian keluhnya. 

SMS yang masuk ke handphone saya juga keluhannya senada.

“Bagaimana ya..saya sudah sebulan ini tidak kerja, mau mencari kerja lagi sulit, mau usaha modalnya nggak ada dan saya nggak tahu harus memulai hari mana”.

Apapun yang terjadi, bukanlah untuk disesali ataupun ditangisi. Selalu ada solusi untuk menghadapi keadaan yang terburuk dengan berbuat yang terbaik.

Ibu Rumah Tangga Harus Bangkit

Kali ini saya mencoba mengusik posisi ibu rumah tangga yang selama ini posisinya kurang diperhitungkan. Dalam kartu nama pun hampir tidak pernah ada yang berani menuliskan profesi sebagai Ibu Rumah Tangga, padahal dari Ibu Rumah Tangga bisa tercipta hal yang luar biasa, terutama generasi-generasi ulung yang akan menjadi penerus bangsa.

Lho..apa hubungannya Ibu rumah tangga dengan krisis? Jawabnya Ibu rumah tangga bisa menciptakan solusi tanpa harus meninggalkan profesi mulianya mengasuh putra putri tercinta. Ada pertanyaan lagi…apa sih yang bisa diperbuat oleh Ibu rumah tangga??

Mmmm…saya lebih suka menyebutnya “dapur anti krisis”.  Ada pepatah yang bilang lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Demikian pula untuk memulai sesuatu yang baik, tidak ada istilah terlambat.

Para Ibu yang berbahagia, sesungguhnya banyak sekali program anti krisis yang bisa dilakukan oleh para Ibu, nggak usah jauh-jauh, dari dapurnya pun Ibu bisa melakukannya, makanya saya menyebut sebagai dapur anti krisis.

Dapur anti krisis tidak hanya berarti harus pandai mengatur keluangan keluarga saja, namun lebih dari itu, dapur anti krisis mampu menambah pundi-pundi keuangan keluarga. Coba kita perhatikan, banyak sekali ide yang bisa dijalankan dengan memanfaatkan sudut dapur kita, mulai dari bisnis gorengan, kue, alat masak, katering, dan masih banyak lagi.

Masih bingung nggak punya modal?? Nggak usah takut, modal Rp10 ribu pun bisa memulai bisnis gorengan.  Memang agak canggung dan perlu keberanian diri jika nggak pernah mencobanya. Tapi  apakah Anda masih tetap berdiam diri, jika dapur sudah tidak bisa ngebul?

Jangan khawatir, keberanian itu memang kadang baru muncul saat kita sedang kepepet. Kuncinya setelah punya keberanian, jangan pernah meremehkan bisnis sekecil apapun. Banyak milyader yang bisnisnya dimulai dari kecil dan dari rumahnya sendiri.

Nah..setelah punya keberanian tips berikutnya tetap berfikir positif, biasanya diawal menjalankan bisnis selain ada perasaan malu juga pesimis, akan berhasil atau tidak ya.

Ubah pemikiran pesimis dengan selalu berbaik sangka dan yakin usaha yang dirintis akan sukses. Terus belajar dan belajar, belajar bisa darimana saja, terutama orang-orang yang sukses di bidangnya. Karena dari pembelajaran inilah ilmu dan wawasan akan terus bertambah. Selanjutnya, buat faktor kali dari yang sudah didapat, misalnya dari menjual gorengan keuntungan hanya 20 ribu perhari, tinggatkan dengan cara membuka usaha lain dengan modal yang ada atau memperbesar volume penjualan sehingga penghasilan akan menjadi lebih besar lagi.  n

Terakhir Diupdate ( Sabtu, 04 Juli 2009 05:10 )